Feeds:
Posts
Comments

Posts Tagged ‘animasi’

Ternyata banyak hal-hal unik, aneh, lucu, bahkan menyeramkan yang aku sendiri belum pernah tau :s

  • Walt Disney adalah pengumpul Oscar terbanyak 22 piala.Gambar
  • Perusahaan wine First Cape belum lama ini meluncurkan hasil survei yang menyatakan bahwa rata-rata perempuan bergosip selama 17 menit sebelum mulai bekerja.
  • Menurut Dr. Orly Avitzur, seorang ahli neurologi di New York, sekitar 70 persen orang pernah melapor mengalami deja vu yang dalam bahasa Prancis berarti pernah melihat atau pernah merasa. Pada orang sehat, mereka mengalaminya setahun sekali, sementara saat stres deja vu dapat terjadi lebih sering.
  • Belanja memang tidak baik untuk kantong, namun bisa menyehatkan jantung dan memperpanjang umur. Kesimpulan tersebut diperoleh dari National Health Research Institutes, Taiwan yang mewawancarai 2.000 responden. Menurut para peneliti, berbelanja adalah aktivitas yangnyaman, menyenangkan, dan menjadi cara lain untuk berolahraga. Jarang belanja menunjukkan adanya gangguan mobilitas dan kesehatan yang buruk.
  • Pada 2015 diperkirakan kebutuhan garam dalam negeri mencapai 5 juta ton.

Read Full Post »

1, 2, 3 Action !

Bikin film yang oke ternyata bukan hanya mengandalkan kata ‘ action ! ‘, kamu harus tau ‘ genre ‘ yang dipilih, menyiapkan ‘ storyboard ‘ dan mempertimbangkan ‘ angle of framing ‘. So, are you ready for a shot ?

–          Auteur: Seorang film-maker ‘ all in one ‘ yang bertanggungjawab terhadap semua elemen produksi film. Mulai dari ide, pakem sampe teknik pembuatan flm. Dia juga biasanya memiliki otorisasi ato posisi yang cukup berpengaruh di dunia film.

–          Angle of framing: Posisi kamera pada waktu pengambilan gambar. Misalnya hih angle, on the same level ( a straight-on angle ato low angle ).

–          Genre: Klasifikasi film yang dibuat mengacu pada karakter, style, dan situasi tertentu. Misalnya horor, action, science-fiction, komedi, ato drama.

–          Film Noir: Sering disebut juga sebagai ‘ dark film ‘. Istilah yang pertama kali dipake oleh kritikus film Prancis terutama pada film produksi Amerika yang pada waktu itu banyak mengambil genre thriller ato detektif sebagai bentuk protes sosial mereka terhadap pemerintah. Film jenis ini biasanya bernuansa muram dan menggunakan teknik pencahayaan rendah ( low key lighting ).

–           Diegetic Sound: Setiap unsur suara yang sumbernya berasal dari dalam cerita di film itu. Misalnya suara percakapan karakter sampe sound effect tertentu.

–          Non Diegetic Sound: Ilustrasi musik ato scoring film.

–          Internal Diegetic Sound: Suara yang direpresentasikan dalam adegan seolah-olah berasal dari pikiran sang tokoh dalam cerita. Dalam hal ini tentu saja hanya penonton yang dapat mendengar pikiran-pikiran sang tokoh tersebut.

–          Plot: Jalan cerita ( beserta semua detail pendukung ) dalam suatu film. Mulai dari relasi para karakter, peristiwa-peristiwa berdasarkan urutan kronologis, durasi sampe setting lokasi.

–          Point of View Shot ( POV Shot ): Teknik pengambilan gambar dimana kamera berperan seolah-olah adalah ‘ mata ‘ dari si karakter.

–          Storyboard: Alat yang digunakan untuk merencanakan visualisasi dari adegan yang dalam produksi suatu film. Bisa berupa gambar dengan penjelasan/ deskripsi di bawahnya.

–          Duration: Waktu yang diciptakan untuk kebutuhan suatu plot cerita.

–          Flashfoward: Perpindahan alur cerita, dari masa kini, ke kejadian di masa depan, untuk kemudian kembali ke masa kini lagi.

–          Dissolve: Suatu transisi antara dua gambar, yang ditandai dengan adanya ‘ seolah-olah ‘ pembauran gambar pertama dengan gambar berikutnya.

–          Montage: Sebuah teknik editing, penggabungan beberapa gambar untuk menghasilkan suatu cerita yang sinkron.

–          Postsynchronization: Proses memasukkan suara ke gambar, di dalamnya termasuk dubbing, diegetic music dan sound effects.

–          Sinematografi: Teori dan teknis dari proses pengambilan gambar.

Read Full Post »

Ngomongin film emang gak bisa lepas dari teknologi. Jadi inget waktu pertama kali nonton Jurassic Park, kayaknya termasuk salah satu film pertama dengan special effect yang canggih.

Movie-tech

–          Avars: Istilah avars dipake dalam film animasi tiga dimensi ( 3D ), yaitu semacam pola gerakan tokoh: wajah, tangan, kaki, dan tubuh. Ketika seorang tokoh tersenyum , avar yang dipake adalah avar senyum. Tokoh Woody dalam film animasi Toy Story mempunyai 100 avars. Itu baru untuk gerakan wajahnya aja, lho !

–          Blue Screen: Menyatukan animasi dengan manusia dalam satu frame film. Tau film Sky Capten and The World of Tomorrow yang dimainkan oleh Jude Law dan Gwyneth Paltrow ? Lebih dari 50 % frame pada film itu adalah animasi. Para pemain melakukan hampir sama adegannya di studio, baru kemudian disatukan. Blue screen juga dipake untuk adegan terbang superhero serta untuk ‘ memanipulasi ‘ jumlah benda/ orang dalam film kolosal.

–          Dubbing: Ato sulih suara sering kamu dengar di televisi, terutama pada film kungfu Cina dan telenovela. Di film layar lebar, dubbing dipake untuk film-film kartun, animasi, ato film berbahasa asing ( yang bukan Inggris ). Misal suara Johnny Depp di The Corps Bride sebagai Victor, si pengantin pria.

–          Fogging: Adalah efek asap ato kabut. Di Indonesia, fogging dilakukan secara tradisional. Prosesnya persis kayak bakar sampah. Tempat yang digunakan adalah sejenis kaleng cat anti api yang diletakkan di titik-titik tertentu. Di luar negeri, proses fogging udah canggih. Mereka pake alat khusus ( berupa boks ) penghasil asap yang bisa mengukur ketebalannya. Asap/ kabut diciptakan dengan cairan khusus, pipa spray dan kipas angin besar.

–          Render: Yaitu menyatukan pewarnaan, musik, gambar, pergerakan tokoh dalam satu frame. Alatnya disebut RenderMan. Pixar, perusahaan pembuat animasi terkenal di dunia karena kecanggihan mereka melakukan render ( renderring ), berjasa pada film Harry Potter and The Chamber of Secrets, Pirates of The Caribbean, V for Vendetta, Batman Begins, dan King Kong.

–          Scoring/ Penyelaras Suara: Adalah memasukkan musik ato special effect ke dalam film. Misalnya, memasukkan soundtrack, background musik, suara ketukan pintu, ato detak jantung. Award untuk bidang ini adalah Best Original Score.

–          Sling: Adalah tali yang dipake untuk melakukan adegan terbang. Film-film kungfu selalu memakai sling. Penggunaan tali ini sangat efektif waktu editing dan juga waktu kamerawan menentukan angle yang mau dipake agar sling terlihat sehalus mungkin.

–          Motion-Capture: Tokoh hasil motion-capture tersukses adalah Gollum di The Lord of The Rings. Gollum tercipta dari kombinasi antara animasi komputer dan teknologi motion capture yang dilengkapi fluid dynamics. Sutradara Peter Jackson pingin menghindari ‘ makhluk hasil komputer ‘. Jadi dia menggabungkan pergerakan anatomi asli dengan komputer.

–          Voice Over ( VO ): Mirip dubbing, VO dipake sebagai narasi di film, suara hati, ato pikiran si tokoh. Misalnya, ketika seorang tokoh sedang bingung mengambil jalan kiri ato kanan, dia gak bicara, hanya ekspresi kebingungan, tapi dia berkata dalam hati dan penonton bisa mendengarnya.

Read Full Post »

Diambil dari sekumpulan koleksi film animasi Disney yang udah pernah dirilis. Well, aku besar dengan beberapa diantaranya…hmm 🙂

The Lion King

  1. The Lion King.
  2. Beauty and The Beast.
  3. Aladdin.
  4. Toy Story.
  5. The Little Mermaid.
  6. Mulan.
  7. The Jungle Book.
  8. Robin Hood.
  9. Cinderella.
  10. Treasure Planet.

Read Full Post »