Feeds:
Posts
Comments

Posts Tagged ‘topik hangat’

11 MaretPada tanggal yang sama dengan hari ini, 11 Maret 1966. Terjadi peristiwa yang sangat penting di negara kita Indonesia, yaitu Supersemar. Supersemar atau yang disebut dengan Surat Perintah Sebelas Maret.

Pastinya kita sudah pernah mempelajari sejarahnya di masa sekolah. Jadi secara umum dan garis besar sudah tahu donk ya. Kalau sudah lupa atau malah belum tahu, ayo dibuka lagi buku Sejarahnya atau search di wikipedia 🙂

Advertisements

Read Full Post »

Cuaca dan iklim yang berubah-ubah beberapa tahun terakhir ini bikin banyak orang bertanya-tanya, ada apa sebenarnya dengan bumi kita?

Panas #1; Badai makin kuat dan sering terjadi.

è    Ahli lingkungan hidup menyebutkan kalo salah satu tanda awal terjadinya kekacauan klimatologis adalah bertambahnya jumlah badai dahsyat. Badai Katrina yang sangat merusak berlanjut dengan badai lain dengan skala 5 ( tinggi ), yaitu badai Rita. Badai dengan skala 4 dan 5 bertambah dua kali lipat selama 30 tahun terakhir.

Suhu yang menghangat membuat temperatur air laut ikut naik. Hal ini menyebabkan peningkatan uap air di udara. Atmosfer yang lembab menghasilkan lebih banyak hujan yang bisa memicu terjadinya badai. Hujan bisa membuat putaran angin saat badai jadi lebih kuat. Beberapa peneliti sepakat kalo pemanasan tersebut terjadi di wilayah Kanada. Dan saat itu terjadi kita akan melihat munculnya badai tropis di daerah non-tropis.

Panas #2; Banyak daratan yang terkena bencana lumpur.

è    Temperatur yang lebih panas juga mengurangi kelembaban tanah. Terjadinya El Nino menyebabkan kurangnya hujan. Lebih banyak tanah menderita kekeringan. Kebakaran hutan yang terjadi di Indonesia baru-baru ini juga hasil dari cuaca yang lebih panas dan kering. Daerah hutan yang pernah terbakar lebih mudah menyerap panas, tapi gak mampu menahan banyak air sehingga menambah kadar kekeringan tanahnya.

Sebuah penelitian dari US Forest Service menemukan kalo hutan di Sierra Nevada menerima imbas panas dan kekeringan dari dataran rendah di sekitarnya. Barisan pohon makin berkurang seluas 100 kaki dari dasar gunung. Persentase daratan yang kekeringan di bumi juga bertambah dua kali lipat dari tahun 1970-an.

Panas #3; Peningkatan penyakit stroke akibat panas, asma, alergi, dan berbagai penyakit infeksi.

è    Bocornya ozon selalu dihubungkan dengan meningkatnya jumlah kematian akibat penyakit yang menyerang jantung dan paru-paru. Tingginya level karbondioksida menghasilkan lebih banyak serbuk udara yang menjadi perantara penyakit pernapasan. Badai yang parah bisa menyebabkan persediaan air bersih bercampur dengan yang kotor, meningkatkan resiko penyakit yang berasal dari air seperti kolera.

Emang sulit mengatakan kalo pemanasan global adalah biang keladi dari kematian seseorang karena jelas masih banyak factor lain yang juga berperan aktif seperti efisiensi system kesehatan public, keberadaan sanitasi, air bersih dan obat.

Panas #4; Terganggunya kehidupan alam bebas.

è    Hewan gak dikondisikan hidup seperti manusia. Saat suhu meningkat, mereka gak punya apapun untuk mendinginkan habitatnya. Saat makanan terkontaminasi, mereka gak bisa beli makanan lain untuk kebutuhan energinya. Menghilangnya es di laut, membuat beruang kutub mulai tenggelam karena berkurangnya jumlah es untuk pijakan mereka. Kasus lain, di Alaska, populasi ikan Salmon sedang dalam bahaya karena mencairnya permafrost yang mengalirkan lumpur ke sungai-sungai dan mengubur kerikil yang dibutuhkan ikan untuk bertelur.

Bumiku sayang, bumiku malang

Read Full Post »

–          Meskipun Amerika Serikat Cuma menyumbang kurang dari 5 % populasi dunia, ternyata negara ini memproduksi kurang lebih seperempat gas rumah kaca.

–          Dengan menghancurkan jalan told an menghidupkan kembali aliran Cheonggyecheon yang ada di bawahnya, Seoul berhasil menurunkan temperature di daerah sekitarnya sampai 3,6 C.

–          Pada acara Standard Chartered Hongkong Marathon tahun 2006, tercatat sekitar 4.800 pelari membutuhkan perawatan kesehatan saat lomba berakhir. Dan 22 orang diantaranya bahkan perlu dirawat di rumah sakit. Indeks polusi udara saat itu sudah mencapai 149, hampir mendekati batas akhir. Padahal, berdasarkan indeks polusi udara Singapura, angka amannya adalah sekitar 33.

Topik hangat

Topik hangat

Read Full Post »

Pemanasan global di Asia

–          Hampir setengah dari 4.000 sungai di Qinghai, Cina menghilang akibat kekeringan dan kesalahan pengaturan air.

–          Suhu air yang makin panas diprediksikan menyebabkan hancurnya terumbu karang di beberapa tempat seperti Filipina dan teluk Persia.

–          Temperatur di wilayah Himalaya mulai meningkat, mengancam hingga 4, 8 km luas area Gletser Khumbu.

–          Di Singapura, peningkatan suhu rata-rata harian memicu pertambahan jumlah kasus demam berdarah. Karena nyamuk Aedes Aegypti betina, berkembang biak lebih cepat di udara hangat.

Read Full Post »

Aktif berpartisipasi yuk...

Memastikan sendiri negara kita lebih dingin dan hijau yuk, jangan cuma menunggu orang lain melakukannya…^^

– Pembakaran juga menghasilkan gas rumah kaca. Kurangi sampah dengan mendukung program daur ulang. Ajak orang di sekitar kita untuk melakukan hal yang sama.

– Lindungi pohon-pohon dewasa yang ada di lingkungan kita. Ambil langkah aktif dengan teerus memelihara dengan baik tanaman yang tumbuh di sekitar rumah kita.

– Perbaharui komitmen kita untuk melindungi sumber daya yang

berharga. Harga air dan listrik makin mahal tiap harinya. Ganti bola lampu dari bohlam jadi neon. Gunakan AC pada suhu antara 25 C dan 28 C. Jepang meluncurkan kampanye ‘ Cool Biz ‘ untuk mengurangi emisi gas rumah kaca. Kampanye itu untuk mendorong perusahaan-perusahaan mengatur AC pada suhu kurang dari 28 C pada musim panas.

– Sebisa mungkin, gunakan transportasi umum. Tinggalkan mobil di rumah saat kita meramalkan akan terjadi kemacetan hebat. Mobil yang bergerak dengan kecepatan dibawah 10 km/jam mengeluarkan sekitar 57 % lebih banyak gak monoksida (jenis lain dari gas rumah kaca), daripada mereka yang bergerak 25 km/jam.

Read Full Post »